Latest News

Sistem Indera Manusia Beserta Kelainannya


Panca Indera


          Tubuh kita terdiri dari berbagai macam alat tubuh atau organ. Masing – masing organ memiliki fungsi tertentu dalam menunjang aktivitas tubuh. Mata berfungsi untuk melihat, jantung untuk memompa darah supaya beredar keseluruh tubuh, lambung berfungsi dalam pencernaan, paru – paru berfungsi sebagai alat pernapasan dan sebagainya.Ini berarti masing – masung organ tubuh menunjukkan adanya pembagian kerja.
          Dalam melakukan suatu aktivitas tubuh, kerjasama antar organ antar sistem organ berlangsung dengan koordinasi yang sangat baik. Pernahkah kalian memperhatikan apa saja yang dilakukan tubuh kita pada saat kita melakukan aktivitas ?
          Saat kalian berlari atau melakukan olahraga bandingkan denyut jantung atau pernapasan kalian sebelum dan sesudah berlari. Mengapa dapat terjadi demikian ? Sewaktu lari kalian membutuhkan banyak energi dan otot menghasilkan lebih banyak karbondioksida. Akibatnya otot membutuhkan tambahan glukosa dan oksigen. Kebutuhan zat-zat tersebut akan dipasok oleh darah , sehingga kecepatan bernapas otomatis meningkat dan denyut jantung lebih cepat. Alat tubuh apa saja yang bekerja saat kalian merasa haus, mencari air minum hingga kalian meminumnya ?
          Dari contoh-contoh tersebut, bagaimana cara organ dan sistem organ melakukan kerjasama yang baik dan rapi tanpa salah ? Agar organ yang berbeda-beda itu dapat bekerjasama dengan baik di perlukan adanya koordinasi. Koordinasi yaitu suati kerjasama atau urutan kerja organ dan sistem organ. Didalam tubuh manusia terdapat Sistem Koordinasi yang meliputi sistem saraf, sistem indera dan sistem hormon. Pada bab ini kita akan membahas ketiga sistem tersebut. Adanya sistem koordinasi menyebabkan terjadinya keserasian kerja antar organ dan antar sistem organ.

SISTEM INDERA PADA MANUSIA
          Alat indera pada manusia merupakan suatu alat tubuh yang mampu menerima rangsangan tertentu. Fungsi indera adalah untuk mengenal lingkungan luar atau berbagai rangsangan dari lingkungan di luar tubuh kita. Dengan demikian indera kita mampu mengenal lingkungan dan menanggapi perubahan – perubahan yang terjadi. Oleh karena itu kita dapat melindungi tubuh kita terhadap gangguan dari luar tubuh. Jadi, indera merupakan ”jendela” bagi tubuh untuk mengenal lingkungan luar. Juika salah satu indera kita tidak berfungsi, maka pengenalan terhadap lingkungan ( dunia luar ) menjadi tidak lengkap.
          Setiap indera yang kita miliki terdiri dari alat penerima rangsangan dan urat saraf. Urat saraf berfungsi membawa rangsangan kepusat saraf. Indera hanya dapat berfungsi dengan sempurna apabila tidak ada gangguan pada alat penerima rangsangan. Urat saraf sebagai penghubung dengan prsat saraf dan pusat saraf di otak.
          Manusia memiliki 5 (lima) macam indera yaitu ; Indera Penglihat ( mata ), Indera Pendengar ( telinga ), Indera Peraba ( Kulit ), Indera Pembau ( hidung ), dan Indera Pengecap ( lidah )
1).    Indera Penglihat
          Mata merupakan organ ( alat tubuh ) yang berfungsi sebagai indera penglihat. Mata peka menerima rangsangan berupa cahaya. Mata memiliki reseptor ( penerima rangsangan ) khusus untuk mengenali perubahan cahaya dan warna. Dengan mata kita dapat melihat benda-benda yang ada di sekitar kita. Sarat utama adalah harus ada cahaya yang mengenai benda tersebut. Cahaya tersebut dipantulkan oleh benda tersebut ke arah mata kita, sehingga kita dapat melihat benda tersebut.
          Sebenarnya yang disebut mata bukan hanya bola mata saja, tetapi termasuk otot-otot penggerak bola mata dan kelopak mata.
          Bola Mata
          Bola mata atau biji mata berbentuk seperti mata sehingga disebut bola mata. Bola mata terletak pada rongga mata dan dilindungi oleh tulang-tulang tengkorak. Bagian luar bola mata di lindungi oleh kelopak mata. Kelenjar air mata menghasilkan air mata yang berfungsi membasahi permukaan bola mata.
          Bola mata memiliki tiga lapis dinding yang melindungi rongga bola mata. Ketiga lapis dinding tersebut, dari luar kedalam berturut-turut adalah ; sklera ( selaput keras ), koroid ( selaput pembuluh ), dan retina ( selaput jala ). Didalam bola mata terdapat lensa mata.
          Sklera ( selaput keras )
          Merupakan apisan berwarna putih, tidak tembus cahaya dan keras. Lapisan bagian depan yang bening dan tembus cahaya disebut kornea. Kornea memiliki selaput pelindung yang di sebut kunjung tiva.
          Koroid ( selaput pembuluh )
          Merupakan lapisan tengah yang berwarna coklat kehitaman. Bagian depan koroid membentuk tirai berpigmen di sebut iris. Bagian tengah iris membentuk suatu celah disebut pupil.
          Retina ( selaput jala )
          Merupakan lapusan paling dalam yang lunak dan peka terhadap cahaya.
          Lensa mata
          Berfungsi sebagai penerima cahaya yang dipantulkan oleh benda-benda yang kita lihat. Sehingga menjadi bayangan yang jelas pada retina. Kemampuan lensa mata yang demikian dinamakan ” Daya Akomodasi Mata ”
Otot mata
Ada enam penggerak mata. Otot mata berfungsi sebagai penggerak bola mata.
Terjadinya Proses Melihat
          Suatu benda yang terkena cahaya akan memantulkan berkas – berkas cahaya. Cahaya yang di pantulkan masuk melalui lensa mata menuju retina. Pada mata yang normal, bayangan benda jatuh tepat di bintik kuning pada retina.
2)     Indera Pendengar
          Indera pendengar kita adalah telinga. Telinga merupakan organ yang berfungsi untuk mendengarkan suara atau bunyi. Suara yang dapat kita dengar adalah suara – suara yang memiliki bilang getar antara 20 Hz sampai dengan 20. 000 Hz. Telinga merupakan saluran yang terbuka di bagian luar dan bersatu dengan tulang tengkorak.
          Bagian-bagian telinga
          Telinga Luar : Terdiri dari daun telinga, saluran telinga luar dan gendang
telinga.
Telinga Tengah : Merupakan rongga yang berisi udara untuk menjaga
tekanan udara agar seimbang. Telinga tengah berfungsi untuk meneruskan getaran bunyi dari telinga luar ke telinga dalam.
Telinga Dalam : Terdiri dari Serambi, Saluran Setengah Lingkaran, dan Rumah Siput. Ujung dari setiap saluran tersebut yang bentuknya menggembung di sebut ampula.
Lihat Gambar :
3)     Indera Peraba ( Kulit )
          Indera peraba pada tubuh manusia adalah kulit. Pada kulit manusia terdapat di ujung – ujung saraf peraba. Sel-sel saraf peraba tersebar tidak merata di seluruh permukaan kulit. Pada ujung jari terdapat banyak sel saraf peraba. Demikian pula pada telapak tangan, telapak kaki dan bibir. Kulit memiliki 5 macam reseptor khusus dan pada setiap reseptor cocok untuk satu tipe sentuhan.
          Kelima reseptor tersebut adalah ; reseptor untuk sentuhan, Untuk panas, untuk dingin, untuk rasa sakit dan reseptor untuk tekanan. Jadi rangsangan yang dapat diterima oleh kulit adalah rasa kasar, rasa halus, rasa panas, rasa dingin, dan rasa tekanan.
Kulit juga mrmpunyai fungsi lain yaitu ;
a.    Sebagai alat pelindung tubuh.
b.   Alat pengatur suhu, dan
c.    Alat pengeluaran keringat serta minyak.
4)     Indera Pembau ( Hidung )
          Indera pembau atau pencium pada tubuh kita adalah hidung. Ujung-ujung saraf pembau terletak dalam rongga hidung bagian atas. Manusia memiliki 10 – 20 juta sel pembau ( sel olfaktori ). Pada sel-sel pambau terdapat silia atau rambut-rambut halus. Sel pembau ini peka terhadap zat-zat kimia sehingga mampu menerima rangsangan dari gas atau zat-zat kimia yang menguap.
          Apabila rangsangan zat kimia yang menguap atau gas memasuki rongga hidung dan bercampur dengan lendir maka rangsangan tersebut akan diterima oleh sel pembau. Kemudian rangsangan diteruskan keujung-ujung saraf pembau. Daya penciuman seseorang dapat menurun bila selaput lendir hidup sangat kering, sangat basah, atau membengkak. Misalnya saat pilek ( Flu ).
5)     Indera Pengecap ( Lidah )
          Merupakan organ yang tersusun dari otot dan mampu menerima rangsangan zat kimia yang terlarut. Di permukaan atas lidah tersebar ujung-ujung saraf pengecap yang berkumpul dalam bentuk kuncup pengecap yang disebut papila. Papila pada lidah dapat dibedakan menjadi tiga bagian :
a.    Papila berbentuk benang ( papila fillfarmis )
b.   Papila berbentuk jamur ( papila fungiformis )
c.    Papila berbentuk V ( sirkum valata )
          Kuncup pengecap terdiri dari sekelompok sel sensori, yaitu saraf pengecap yang memiliki tonjolan seperti rambut halus. Manusia hanya mampu mengecap 4 cita rasa, yaitu rasa manis, rasa asin, rasa pahit, dan rasa asam. Kuncup pengecap untuk masing-masing rasa  itu terletak pada daerah yang berbeda pada lidah kita. Kuncup pengecap untuk rasa manis berada di bagian ujung lidah, untuk rasa asin di bagian tepi depan lidah, untuk rasa asam di tepi belakang lidah dan untuk rasa pahit di bagian belakang lidah.
          Indera pengecap dibantu oleh indera pembau, berperan dalam hal selera makan. Bila kita terkena flu sering kali rongga hidung kita penuh dengan lendir. Oleh karena itu tiap makanan yang bisa masuk ke rongga hidung dan mencapai saraf pembau hanya sedikit. Hal itu menyebabkan berkurangnya selera makan.

KELAINAN DAN PENYAKIT PADA ALAT INDERA
a.    Kelainan dan Penyakit Pada Mata
-          Miopi = Cacat mata yang disebabkan oleh lensa mata terlalu cembung yang disebut juga dengan rabun jauh. Penderita miopi hanya mampu melihat jelas benda yang dekat. Untuk menolong penderita miopi dipakai kaca mata lensa cekung ( lensa negatif )
-          Hipermetropi = Cacat mata yang disebabkan oleh lensa mata terlalu pipih di sebut juga dengan rabun dekat. Karena tidak dapat melihat benda yang jaraknya dekat, penderita rabun dekat memakai lensa cembung ( lensa positif )
-          Presbiopi = Cacat mata disebabkan oleh usia telah lanjut. Hal ini disebabkan lensa mata terlalu pipih.
-          Astigmatisma= Cacat mata yang disebabkan oleh kecembungan permukaan kornea atau permukaan lensa mata yang tidak rata. Sehingga sinar sejajar yang datang tidak di fokuskan kesatu titik. Untuk menolong penderita ini di pakai kaca mata lensa silindris.
-          Katarak= Cacat mata yang disebabkan oleh pengapuran pada lensa mata. Sehingga daya akomodasi mata berkurang dan penglihatan menjadi kabur. Umumnya katarak terjadi pada orang yang telah lanjut usia.
-          Hemeralopi = Cacat mata yang disebabkan kekurangan vitamin A.
b     Kelainan dan Penyakit Pada Telinga
-          Tersumbatnya telinga oleh kotoran telinga.
-          Hilangya pendengaran akibat pencemaran suara. Selain itu gangguan pendengaran juga dapat disebabkan kerusakan saraf pendengar atau pengapuran pada tulang pendengar.
c.  Kelainan dan Penyakit Pada Kulit
-   Jerawat biasanya muncul di wajah, leher, punggung, bahu, dada,
    bahkan di lengan atas. Jerawat terjadi misalnya karena tersumbatnya 
    pori-pori kulit oleh kotoran. Jerawat dapat dikurangi atau di cegah
    dengan cara menjaga kebersihan kulit wajah dengan mencuci wajah
    dua kali sehari menggunakan sabun wajah.
-       Dermatitis, merupakan penyakit peradangan pada kulit. Dermatitis di  
tandai dengan kulit yang membengkak memerah dan gatal-gatal. Dermatitis dapat disebabkan alergi pada kulit. Pencegahan yaitu dengan menggunakan sabun yang lunak dan air yang bersih untuk mandi.
d.  Kelainan dan Penyakit Pada Hidung
-    Influensa merupakan penyakit yang menyerang saluran pernapasan. 
     Influensa disebabkan oleh virus influensa. Pencegahan dapat     
     dilakukan dengan menghindari kontak langsung dengan penderita  
     agar tak terrular.

e.  Kelainan dan Penyakit Pada Lidah

-          Kanker lidah disebabkan oleh merokok dan minum minuman 
    beralkohol terlalu banyak. Pengobatan dilakukan dengan cara   
    operasi, radiasi sinar-X, dan kemoterapi.


Post a Comment