Latest News

Wakaf


PENGERTIAN, SYARAT, DAN RUKUN WAKAF

1.  Pengertian Wakaf

            Wakaf menurut bahasa artinya menahan, menurut istilah artinya menahan harta yang bisa di manfaatkan untuk umum tanpa mengurangi nilai harta ini untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Harta wakaf tersebut dapat di manfaatkan dengan ketentuan tidak mengalami perubahan. Dengan kata lain, wakaf adalah perbuatan hukum seseorang atau sekelompok orang yang memisahkan sebagian dari harta miliknya dan melembagakannya untuk selama-lamanya guna kepentingan ibadah atau kepentingan umum lainnya sesuai dengan ajaran islam.

2.      Syarat-Syarat Wakaf

Barang yang di wakafkan harus memenuhi tiga syarat yaitu sebagai berikut,
a.       Barang yang di wakafkan harus bisa di ambil manfaatnya dan keadaanya masih tetap.Artinya, benda tersebut tidak berkurang atau tidak habis jumlahnya.
b.      Barang tersebut adalah hak miliknya sendiri
c.       Barang tersebut dapat digunakan untuk tujuan yang baik

3.   Rukun Wakaf

Dalam ibadah wakaf ada beberapa rukun dan syarat yang harus di penuhi,yaitu sebagai berikut
a.       Orang yang mewakafkan
Orang yang mewakafkan harta disebut wakif, yang syarat-syaratnya adalah sebagai berikut
1)      Baligh dan rasyid. Artinya, wakif adalah orang yang mampu mempertimbangkan segala sesuatu dngan jernih.
2)      Tidak punya hutang
3)      Dengan kemauan sendiri atau tanpa paksaan oleh seseorang
4)      Wakaf tidak boleh di batalkan
b.      Harta yang diwakafkan
Disebut mauquf.Syarat-syaratnya adalah sebagai berikut
1)      Zat benda yang di wakafkan adalah tetap, tidak cepat habis, atua rusak agar dapat di gunakan dalam waktu lama.
2)      Batas-batasnya harus jelas
3)      Milik sendiri
c.       Penerima Wakaf
Penerima wakaf di sebut mauquf’alaih.Syarat-syaratnya adalah sebagai berikut
1)      Dewasa, bertanggungjawab dan mampu melaksanakan amanat
2)      Sangat membutuhkan. Tidak sah berwakaf  kepada pihak yang tidak membutuhkannya
d.      Pernyataan Wakaf
Pernyataan wakaf disebut sigat. Adalah pernyataan orang yang mewakafkan dan merupakan tanda penyerahan barang atau benda yang di wakafkan. Sigat dapat dinyatakan dengan lisan atau tulisan. Sigat harus dinyatakan secara jelas bahwa ia telah melepaskan haknya atas benda tersebut untuk di wakafkan. Ketegasan tersebut diperlukan agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.


HARTA YANG DI WAKAFKAN

            Berdasarkan hadis dan amal perbuatan para sahabat Nabi Muhammad saw.,hara wakaf itu berupa benda yang tidak habis karena dipakai dan tidak rusak karena dimanfaatkan. Sebagai contohnya, Umar bin Khatab ra yang mewakafkan sebidang tanah di Khaibar dan Khalid bin Walid ra. Yang mewakafkan pakaian perang dan kudanya.

            Bagi wakaf yang berupa benda tidak bergerak tidak ada yang dapat mengingkari keabsahannya bila seluruh syarat dan rukunnya  terpenuhi, sedangkan wakaf berupa alat perang dan kuda atau lainnya terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama. Imam Abu Hanifah menyatakan tidak sah mewakafkan benda yang tidak menetap atau kekal. Pendapat yang di anut oleh sebagian besar masyarakat indonesia adalah pendapat jumhur ulama yang menyatakan bahwa benda wakif haruslah merupakan benda wakaf wakif sendiri yang bebas dari segala pembebanan, ikatan, sitaan, dan sengketa,baik berupa benda bergerak atau tidak bergerak yang memiliki daya tahan lama dan bernilai menurut ajaran Islam.
            Dengan melajksanakan wakaf, maka kekuasaan wakaf atas benda atau harta itu terputus dan beralih menjadi hak Allah SWT .yang kepengurusannya di laksanakan oleh nazir dan tidak di benarkan menjadi milik wakif lagi. Tugas nazir adalah mengamankan dan mengelola harta wakaf. Jika harta wakaf yang di kelolanya itu kurang atau tidak bermanfaat, misalnya gedung sekolah atau masjid dimana penduduk sekitarnya telah pindah, maka harta wakaf tidak berfungsi lagi. Oleh karena itu, harta wakaf itu boleh dijual dan di ganti atau di pindahkan ketempat lain.
            Pada dasarnya benda wakaf tidak dapat di lakukan perubahan atau penggunaan lainnya. Namun penggantian harta wakaf ini bisa terjadi karena beberapa alasan, misalnya tuntutan zaman. Dengan alasan kemaslahatan dan manfaat maka penggantian bangunan juga dubolehkan. Mengganti tanaman wakaf dengan tanaman yang lain yang lebih produktif juga di bolehkan bila hasilnya lebih bermanfaat dari hasil sebelumnya.


DALIL-DALIL TENTANG WAKAF

            Hukum wakaf adalah sunnah. Berdasarkan dalil-dalil wakaf bagi kepentingan uamat, maka wakaf merupakan  perbuatan yang terpuji dan sangat di anjurkan oleh islam. Firman Allah SWT  dalam surah Al-Imran Ayat 92.



Artinya:”Kamu sekali-sekali tidak sampai kepada kebajikan (harta sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan, maka sesungguhnya Allah mengetahuinya.”

Firman Allah SWT dalam surah Al-Hajj ayat 77


Artinya:”Berbuat baiklah semoga engkau bahagia (menang)

Sabda Nabi Muhammad saw yang Artinya; “Dari Abu Hurairah, bahwa Nabi Muhammad saw bersabda:”Apabila manusia meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara yaitu sedekah jariah, ilmu yang dapat di manfaatkannya , dan anak soleh yang mendoakannya.”(HR Jamaah kecuali Bukhari dan Ibnu Majah)


Mengenai pelaksanaan wakaf di Indonesia, negara telah menertibkan sejumlah peraturan-peraturan yang menjadi dasar tentang wakaf yaitu sebagai berikut
  1. Peraturan Pemerintah No.28 Tahun 1977
  2. Peraturan Menteri Dalam Negeri No.1 Tahun 1977
  3. Peraturan Menteri  Agama No.1 Tahun 1998
  4. Peraturan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam No.Kep/P/75/1978
Menurut peraturan-peraturan di atas, tata cara wakaf di Indonesia adalah sebagai berikut.
  1. Calon wakif yang akan mewakafkan tanahnya harus menhada kepada nazir di hadapan Pejabat Pembuat Akta Ikrar Wakaf (PPAIW) yang menangani wilayah tanah itu.
  2. Ikrar wakaf disaksikan oleh sedikitnya dua orang sasi dewasa yang sehat akal dan di lakukan secara tertulis.
  3. Ikrar wakaf dapat juga di tulis dengan persetujuan Kantor Departemen Agama kabupaten / kotamdya yang menangani wilayah tanah wakaf itu dan hal tersebut dibicarakan di hadapan PPAIW.
  4. Tanah wakaf itu dalam keadaan tuntas bebas dari ikatan dan sengketa. Jika ikrar wakaf itu telah memenuhi syarat dengan lengkap, maka PPAIW menerbitkan Akta Ikrar Wakaf Tanah.

Calon wakif sebelum berikrar wakaf terlebih dahulu harus menyerahkan kelengkapan- kelengkapan surat atau administrasi wakaf yang terdiri sebagai berikut.
    1. Sertifikat atau surat kepemilikan harta tersebut yang sah.
    2. Surat keterangan kepala desa yang di kuatkan oleh camat setempat  tentang kepemilikan tanah / harta dan statusnya.
    3. Adanya izin bupati atau walikota.
           
Adapun seorang nazir yang di masud oeh perundang-undangan di Indonesia adalah suatu badan hukumkhusus yang menangani harta wakaf. Mereka memiliki hak dalam pengelolaan wakaf yakni sebagai berikut.
1.      Berhak menerima penghasilan dari hasil tanah wakaf yang di tentukan oleh kepala Kantor Departemen Agama kabupaten atau kotamadya dan menggunakannya untuk kepentingan umum atau keagamaa.
2.      Menggunakan fasilitas  dengan persetuan kepala Kantor Departemen Agama. Nazir disamping mempunyai hak juga mempunyai kewajiban mengamankan harta wakaf, surat-surat wakaf dan hasil-hasil wakaf.

HIKMAH WAKAF
Hikmah wakaf di ataranya dapat di jelaskan sebagai berikut.
1.      Menghimpun dana bagi pengembangan dan kelangsungan syiar islam di suatu daerah.
2.      Memberikan kesempatan kepada umat islam untuk menabung amal atau beramal jariah yang waktunya relatif lama dan dapat di manfaatkan masyarakat umum.
3.      Dengan wakaf banyak anggota masyarakat yang terbantu karena wakaf adalah salah satu bentuk realisasi soidaritas dan persaudaraan sesama manusia.
4.      Bila dilihat dari segi hukum, ibadah wakaf berbeda dengan zakat yang hukumnya wajib.wakaf hukumnya sunah.
Namun demikian jika di perhatikan dengan seksama dari kenyataan sosial yang ada, ibadah wakaf tidak kalah pentingnya dari ibadah zakat, karna pada kenyataannya, masih banyak sarana pendidikan, kesehatan, peribadatan dan kepentingan umum lainnya yang masih di perlukan oleh sebagian masyarakat yang kurang mampu.Islam sangat menganjurkan wakaf sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Karena pahala akan  mengalir kepada orang yang mewakafkan hartanya selama wakaf tersebut masih bermanfaat bagi umat.

Post a Comment