Zakat Dan Pengelolaannya Zakat Dan Pengelolaannya | Mukhlis Bersama

Pages

Powered by Blogger.

Zakat Dan Pengelolaannya


ZAKAT DAN PENGELOLAANNYA

            Zakat merupakan bagian dari rukun Islam yakni rukun yang  ketiga. Perintah wajib mengeluarkan zakat ialah pada tahun kedua Hijriah atau sebelum perintah puasa Ramadhan. Dalil wajib zakat antara lain adalah dalam surah Al-Bayyinah / 98:5.
Artinya: “Padahal mereka hanya di perintah menyembah Allah dengan ikhlas menaatin-Nya semata-mata karena (menjalankan) agama, dan juga agar melaksanakan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus (benar).” (QS Al-Bayyinah / 98:5)

            Zakat menjadi suatu kewajiban yang harus di tunaikan kepada yang berhak dan bukan karena belas kasihan orang yang berharta kepada orang yang tidak punya.Hal ini menunjukkan bahwa di dunia ini ada orang yang kaya dan ada orang yang miskin. Dengan demikian, zakat adalah suatu sarana hubungan dan kerjasama yang baik antara sesama manusia.

            Adapula kewajiban lain yang harus kita patuhi, seperti menunaikan pajak terhadap kelebihan atau keuntungan dalam berbisnis. Hal ini merupakan pemberian wajib kepada Negara sesuai dengan ketentuan untuk di gunakan sebagai anggaran Negara dalam pembangunan.

            Zakat maupun pajak adalah upaya untuk mengatasi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat lahir dan batin. Ksejahteraan batin perlu di dukung dengan tersedianya kesejahteraan lahir seperti dalam bentuk perlengkapan hidup agar dapat melaksanakan segala perintah Allah SWT. Dengan sebaIk-baiknya.
Artinya: “Sungguh, orang-orang yang beriman, mengerjakan kebajikan, melaksanakan shalat dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala disisi Tuhannya. Tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati.”(QS Al-Baqarah/2:277)
            Berdasarkan penjelasan beberapa ayat Alquran tersebut, dapat kita ketahui bahwa Allahmengajarkan pola hubungan manusia dengan Allah yang di wujudkan dengan shalat dan pada hubungan manusia dengan manusia yang di wujudkan dengan zakat.

            Kedudukan zakat sebagai salah satu rukun Islam mempunyai fungsi yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Di satu pihak, ia merupakan bentuk pelaksanaan interaksi manusia sebagai makhluk sosial, dan di lain pihak, ia mendorong dinamika manusia untuk berusaha mendapatkan harta benda sehingga dapat menunaikan kewajibannya berzakat sebagai bukti pelaksanaan dari rukun Islam.

            Ada satu prinsip hidup seorang muslim yang di ajarkan Nabi Muhammad saw. Dalam suatu hadisnya :
Artinya: “Dari Hakim Bin Hizam ra. Dari Rasulullah saw. Bersabda: Tangan di atas lebih baik dari tangan di bawah dan dahulukanlah orang yang terdekat (kerabat) yang menjadi tanggungannya.” (Muttafaqun’alaih)


PENGERTIAN ZAKAT DAN MACAM – MACAM ZAKAT
  1. Pengertian zakat
Zakat merupakan usaha penyucian diri dari kemungkinan tercampurnya harta si pemilik harta yang sangat mencintai hartanya secara berlebihan.
Pengertian zakat menurut syarak adalah sejumlah harta tertentu yang wajib di keluarkan oleh orang Islam dan diberikan kepada golongan yang berhak menerimanya. Ada 8 golongan penerima zakat (Asnaf) berdasarkan firman Allah SWT.

Artinya:”Sesungguhnya zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir,orang miskin, amil zakat, yang di lunakkan hatinya (mualaf), untuk (memerdekakan) hamba sahaya, untuk (membebaskan) orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai kewajiban dari Allah.Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana.”(QS At-Taubah/ 9:60)

Zakat juga mengandung arti membersihkan diri. Firman Allah SWT. Surah At-Taubah/9:103

Artinya:”Ambillah zakat dari harta mereka, guna membersihkan dan menyucikan mereka, dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doamu itu (menumbuhkan) ketentraman jiwa bagi mereka. Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.”( QS At-Taubah/ 9:103)

Penjelasan ayat tersebut menurut Imam Syafii adalah sebagai berikut
1)      Fakir adalah orang yang tidak memiliki pekerjaan dan tidak memiliki harta.
2)  Miskin adalah orang yang memiliki pekerjaan, tetapi penghasilannya tidak mencukupi kebutuhan atau sering di sebut keluarga prasejahtera.
3)      Amil adalh panitia yang menerima zakat dan membagi-bagikan zakat (pengurs zakat)
4)      Mualaf adalah orang yang baru masuk islam karena imannya belum teguh.
5)      Riqab adalah budak yang ingin memerdekakan diri dengan membayar uang tebusan.
6)   Garim adalah orang yang banyak hutang, baik untuk diri sendiri maupun untuk menjamin hutang orang lain.
7)  Sabilillah adalah perjuangan untuk kepentingan agama (syiar islam, pembangunan masjid, dll)
8)      Ibnu sabil adalah musafir yang kehabisan bekal.
  1. Macam-Macam Zakat
Secara garis besar zakat di bagi menjadi dua macam,yaitu sebagai berikut ;
1)      Zakat mal (zakat harta), yaitu zakat emas, perak,binatang,tumbuh-tumbuhan, dan barang    
Perniagaan.
2)      Zakat nafs, yaitu zakat jiwa yang di namai juga zakat fitrah (zakat yang di berikan 
      berkenaan dengan telah selesainya mengerjakan puasa Ramadhan)

            Secara terperinci macam zakat ada 8 (delapan) jenis , yaitu sebagai berikut ;
1)      Zakat an’am (binatang ternak)
Binatang ternak yang wajib di keluarkan zakatnya meliputi unta, sapi, kerbau, dan kambing.
Syarat wajib zakat atas pemilik binatang tersebut adalah sebagai berikut.
a.       Islam.
b.      Merdeka.
c.       100% milik sendiri dan telah sampai nisab ( batas waktu zakat )
d.      Di gembalakan di padang rumput dan bebas. Binatang yang di pakai membajak sawah atau menarik gerobak tidak wajib dikenakan zakat.

2)      Zakat bahan makanan yang mengenyangkan (zakat zuru )
Yaitu zakat bahan makanan yang mengenyangkan, seperti beras, gandum, jagung, dsb.

Syarat zakat bagi pemiliknya adalah sebagai berikut.
a.       Islam
b.      Merdeka
c.  100% milik sendiri, biji makanan itu sengaja di tanam dan telah sampai nisabnya, mengenyangkan, dan tahan lama disimpan.

Nisabnya di bagi dua macam,sebagai berikut,
a)      Apabila tanaman itu hidup dari air hujan atau (tanpa biaya perairan), maka zakatnya 10%
      dari hasil panen. 
b)      Jika tanaman itu pengairannya dari pembiayaan irigasi, maka zakatnya 5% dari hasil panen

3)      Zakat buah-buahan
Meliputi buah kurma dan buah anggur.Tentang zakat buah-buahan di jelaskan dalam Al-Quran Surah Al-An’am / 6:141
             
4)      Zakat harta perniagaan
Syarat wajib bagi pemiliknya adalah ;
a.       Islam
b.      Merdeka
c.      100% miliknya, telah sampai nisab dan telah dimilki selama satu tahun
Apabila nilai dagangnya telah mencapai seharga emas 93,6 gram atau harga perak 624     gram.Maka wajib di keluarkan zakatnya.

5)      Zakat hasil tambang (zakat madin)
Hasil tambang emas atau perak apabila telah sampai nisabnya, maka wajib di keluarkan zakatnya pada waktu penambangan di lakukan tanpa harus dimiliki satu tahun

6)      Zakat harta terpendam (zakat rikaz)
Apabila kita menemukan harta terpendam seperti emas dan perak, maka wajib mengeluarkan zakatnya 1/5 (20%)



7)      Zakat fitrah
Yaitu zakat pribadi yang di keluarkan pada sebelum hari Idul Fitri dan pembagiannya di prioritaskan untuk fakir miskin karena maksud utamanya adalah untuk membantu fakir misksin pada hari lebaran. Zakat fitrah di keluarkan untuk setiap orang /jiwa sebanyak 2,5 kg atau     3,5 liter   atau boleh diganti dengan uang senilai 2,5 kg beras.

Hadis Nabi Muhammad  SAW.



Artinya:’’Dari Ibnu Abbas berkata: Telah di wajibkan oleh Rasulullah saw. Zakat fitrah membersihkan bagi orang yang berpuasa dan memberi makan bagi orang miskin. Barang siapa yang menunaikan sebelum hari raya, maka zakat itu di terima dan barang siapa yang membayarnya sesudah sembahyang, maka zakat itu sebagai sedekah biasa.” (HR Abu Daud dan Ibnu Majah).

PENGELOLAAN ZAKAT DAN PAJAK
            Persyaratan pelaksanaan (operasional) pengelolaan zakat yang harus di perhatikan seelah terbentuk panitia pengurus (amil) zakat secara musyawarah adalah sebagai berikut;
a. Ketetapan waktu zakat dan pajak
b. Ketetapan jumlah dan mutu pada zakat dan pajak
c. Penyebaran atau distribusi yang proporsional
d. Tata laksana
    1) Administrasi atau manajemen yang bertanggungjawab yakni mengusahakan adanya tata usaha 
        Modern
    2) Sistem informasi yang baik seperti pengumpulan data, analisis data, pembinaan informasi dan
         Penyebarannya, perencanaan, dan pembiayaan distribusi zakat dan pajak
    3) Lembaga pelaksanaan, rayonosasi yang berorientasi pada masjid untuk zakat dan instansi pemerintah 
         untuk pajak
    4) Tenggang waktu distribusi dan pembiayaan

e. Untuk pengelolaan pajak di atur oleh badan / instansi pemerintah
f. Pengembangan zakat
     1) Adanya badan atau kepengurusan Baitul mal yaitu rumah (penyimpanan) harta dari penggalangan
          harta umat islam berupa ZIS (Zakat, Infaq dan Sedekah)
     2) Dana zakat mal dapat di gunakan untuk sarana kepeningan umum seperti perbaikan sanitasi air, 
          jalan, panti asuhan dll

HUBUNGAN ZAKAT DAN PAJAK
            Di setiap Negara, khususnya Indonesia, pajak telah ada bahkan sejak zaman penjajahan hingga sekarang. Pajak di ambil dari setiap warga Negara oleh pemerintah untuk kepentingan umum yakni dalam upaya mengatasi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan hidup rakyatnya.
Ketentuan menunaikan pajak didasarkan pada tuntutan masyarakat dan kebutuhan akan penigkatan taraf hidup masyarakat karena banyak sektor-sektor kegiatan ekonomi yang tidak terjaring oleh system zakat, apalagi pada masyarakat yang penduduknya atau pelaku ekonomi tidak beragama islam. Pada masyarakat yang plural semacam itu, dana bagi masyarakat dapat di himpun melalui pembayaran pajak, seperti pajak bumi dan bangunan (PBB), pajak bea masuk, dll.
            Apabila di lihat dari penerimaannya, baik zakat maupun pajak mempunyai misi yang sama yaitu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

PERILAKU CERMINAN HIKMAH ZAKAT
      Sikap dan perilaku yang mencerminkan penghayatan terhadap hikmah zakat antara lain sebagai berikut :
a. Melaksanakan zakat secara rutin setiap tahun
b. Menunjukkan kepekaan terhadap fakir miskin atau kaum duafa
c. Mengutamakan keikhlasan dalam beramal
d. Berpartisipasi dalam kepanitiaan zakat
e. Menjauhi sifat ego, kikir dan sombong karena sifat tersebut membuat miskin hati
f. Mengembangkan ekonomi berbasis islam untuk memperkuat ekonomi umat
g. Mempelajari ilmu ekonomi dan di sesuaikan dengan semangat dan hikmah ajaran islam
h. Menyadari pentingnya membayar zakat demi pembangunan dan pengembangan umat
i. Berperan aktif menciptakan lapangan kerja di tengah masyarakat
k. Memelihara kerukunan hidup dengan menciptakan solidaritas sosial melalui zakat dan pajak
Kalau ada yang salah mohon dikoreksi!!!



Artikel Terkait


Judul: Zakat Dan Pengelolaannya
Rating: 100% based on 99998 ratings. 5 user reviews.
Ditulis Oleh Mukhlis Bersama
Anda baru saja membaca artikel yang berkategori Ilmu Gratis / ISLAM dengan judul Zakat Dan Pengelolaannya. Anda bisa Mencopy dan bookmark halaman ini dengan URL http://blog.mukhlisbersama.web.id/2012/03/zakat-dan-pengelolaannya.html.jika anda mengcopy ulang tolong cantumkan sumbernya dalam keadaan link hidup Terima kasih!
Ditulis oleh: Mukhlis Bersama - Friday, March 2, 2012

3 komentar untuk "Zakat Dan Pengelolaannya"

Zakat Dan Pengelolaannya