Latest News

Kekacauan Logika Tuduhan Penyelewengan Alkitab

Kristen Sesat

Oleh : Antony 

Pengantar
Argumen ini merupakan pembuktian logika dengan konsep pembuktian terbalik. Jadi daripada membuktikan bahwa Alkitab itu orisinil, gw akan membuktikan bahwa tuduhan pengubahan Alkitab itu tidak taat asas logika dan akal sehat.

Gw sengaja menyusun argumen ini based on reasoning and pure logic. Murni berlandaskan logika dan akal sehat. Gw sengaja menghindari main ayat yang sudah serba subyektif ataupun masuk ke dalam ranah spesifikasi keilmuan tertentu yang hanya dikuasai sedikit orang. Tentu saja agar setiap orang dapat memahami argumen ini cukup dengan logika dan akal sehat (common sense) mereka saja. Jika ada yang tidak setuju silahkan membantah argumen gw, tunjukan kelemahan logikanya. Gw akan sangat terbuka.


A. Kita mulai dari premis yang biasa muncul dalam tuduhan-tuduhan perubahan Alkitab:
1.1. Allah maha kuasa dan maha baik hingga dia ingin manusia hidup dalam kebenaran dan tidak ingin manusia berada dalam kesesatan dan kejahatan.
1.2. Allah menurunkan firmannya sebagai jalan penerang dan jalan kebenaran bagi manusia(anggap sebagai "manual")
Jelas, lalu kita lanjut ke :
2.1. Somewhere, somehow, disengaja, atau tidak disengaja, firman itu diubah oleh manusia hingga kehilangan orisinalitasnya, melenceng dari aslinya dan kehilangan kebenaran yang dia miliki.
2.2. Allah tidak berbuat apa-apa ketika firman-Nya diubah dan dilencengkan oleh manusia. Dia hanya bisa menurunkan "firman koreksi" terhadap firman sebelumnya.

B. Lalu kita bicara soal premis turunan :
Premis turunan 1. MENGENAI FIRMAN : Karena sifat firman yang berasal dari Allah dan fungsinya sebagai jalan penerang dan jalan kebenaran bagi manusia maka konsekuensinya firman memegang tempat khusus dan privilige baik dari Allah maupun manusia.
Premis turunan 2. MENGENAI MEREKA YANG MENGUBAH DAN MELENCENGKAN : Umat yang firmannya telah tidak orisinil lagi, baik Yahudi maupun Nasrani sama sekali tidak merasa firmannya tidak orisinil. Mereka yakin bahwa firman yang mereka miliki adalah firman yang benar dan nyata sebagai berasal dari Allah. (catatan : baik Yahudi maupun Nasrani tidak mengenal konsep bahwa firman yang ada sebelumnya telah rusak diubah)

C. Analisa fakta :
1. Jika kita menimbang mengunakan premis turunan B.1. sebagai tolak ukur,secara logika dan teologia, premis A.1.1. dan A.1.2 merupakan suatu bentuk kontradiksi yang absurd terhadap premis A.2.1. A.2.2
2. Jika kita menimbang mengunakan premis turunan B.1. sebagai tolak ukur, maka baik kelompok premis A.1.1 & A.1.2 melawan kelompok premis A.2.1 & A.2.2 tidak dapat saling berdiri sama benar. Salah satu kelompok premis harus ditiadakan dari equation sebagai "logically invalid."
3. Jika kita mengunakan premis turunan B.2. sebagai tolak ukur, maka kelompok premis A.1.1 & A.1.2 dapat dipertahankan sementara kelompok premis A.2.1 & A.2.2 lah yang mau tidak mau harus dinyatakan "logically invalid"

D. Jurang dilema :
Jika kita berangkat dari premis yang muncul dari tulisan lu, selamat menikmati dilema teologis yang berat :
DILEMA 1 --> Diambil dari kontradiksi absurd antara kelompok premis A.1.1 & A.1.2 melawan kelompok premis A.2.1 & A.2.2 dihadapkan dengan premis turunan B.1 maka dapat kita tarik dilema:
1.1. Allah adalah bodoh dan tak berdaya, sebab ketika firmannya diubah dan dirusak oleh tangan kotor manusia, dia tidak mampu berbuat apa-apa.
Atau :
1.2. Allah adalah jahat dan kejam, sebab sebab ketika firmannya diubah dan dirusak oleh tangan kotor manusia, dia sengaja tidak berbuat apa-apa.
DILEMA 2 --> Diambil dari kelompok premis A.2.1 & A.2.2 dihadapkan dengan premis turunan B.2. maka dapat kita tarik dilema :
2.1. Allah punya track record buruk dalam menjaga firmannya sendiri, sebab perubahan dilakukan didepan mata Allah yang maha kuasa tanpa dia mampu melakukan apa-apa untuk mengagalkan/menghentikannya.
2.2. Berangkat dari 2.1. maka umat pemilik "kitab koreksi" tidak dapat menjamin orisinalitas kitabnya. sama seperti pemilik Taurat dan Injil, umat "kitab koreksi" juga yakin firman yang mereka miliki adalah firman yang benar dan orisinil. Namun jika umat Yahudi dan Nasrani bisa salah, kenapa umat pemilik "kitab koreksi " tidak bisa salah?

Jadi,

E. Kesimpulan :
Karena dilema dan kontradiksi ini merupakan suatu yang tidak mungkin ada dalam keberadaan Sang Realitas Yang Maha, maka dari sini dapat kita tarik kesimpulan :
1. Allah maha kuasa dan maha baik hingga dia ingin manusia hidup dalam kebenaran dan tidak ingin manusia berada dalam kesesatan dan kejahatan.
2. Allah menurunkan firmannya sebagai jalan penerang dan jalan kebenaran bagi manusia(kita pakai kalimat anda "manual")
3. Umat pemilik firman, baik Yahudi maupun Nasrani masih tetap memiliki firman yang benar dan nyata sebagai berasal dari Allah sampai detik ini.

Atau dengan bahasa populernya sebagai berikut:


1. Andaikan kita sepakati fakta bahwa :
a. Allah itu maha kuasa dan maha penyayang hingga Dia peduli pada umatnya
b. Alkitab (Tanakh dan Injil) sudah diselewengkan dan dirusak oleh tangan jahil dan jahat manusia

2. Maka konsekuensinya :
a. anda harus percaya dan terima kalau Tuhan itu tidak maha kuasa... HINGGA DIA TIDAK MAMPU MENJAGA KITABNYA SENDIRI DARI TANGAN JAHAT MANUSIA FANA CIPTAANNYA. Atau mungkin DIA SEDEMIKIAN BODOH DAN DUNGU, HINGGA KETIKA FIRMANNYA DIKERJAIN MANUSIA DIA DIAM SAJA TIDAK MAMPU BERBUAT APAPUN.

b. Atau Tuhan maha kuasa tapi ketika Dia melihat kejahatan manusia menyelewengkan firmanNya sendiri DIA DIAM SAJA, WALAU DIA TAHU KONSEKUENSINYA ADALAH 2 MILYAR MANUSIA MENJADI SESAT. INIKAH TUHAN YANG MAHA PENGASIH DAN MAHA PENYAYANG?
c. Atau mungkin Firmannya memang TIDAK SEMPURNA. HINGGA DAPAT DENGAN MUDAH DIKERJAIN MANUSIA. Hingga kemudian dipertanyakan : JIKA FIRMAN PERKATAANNYA TIDAK SEMPURNA, DAPATKAH KITA MENGATAKAN TUHAN ITU MAHA SEMPURNA?

Kesimpulan, Tuhan yang gagal menjaga firmannya sendiri jelas Tuhan yang kerdil dan tidak layak disembah. Sebab jangankan menjaga hidup gw yang cuma manusia biasa, menjaga Firman-PerkataanNya yang maha agung dan jadi panduan hidup miliaran orang, Dia saja gagal total dan tidak mampu. Sungguh Tuhan yang kasihan dan menyedihkan.
Post a Comment