Latest News

Terlalu Sering Flashing Handphone Berbahayakah?

apakah terlalu sering flashing handphone bisa mengakibatkan kerusakan

Tentu bagi para opreker sering kali muncul dibenak mereka pertanyaan apakah terlalu sering flashing handphone bisa mengakibatkan kerusakan? nah kali ini kita akan bahas itu semua disini

Pendapat itu ada benarnya, di dalam hp terdapat circuit yg biasa kita sebut dengan IC FLASH. karena IC FLASH sebenarnya dirancang untuk OTP (One Time Programing). Hal ini tentu berbeda dengan microSD atauHardDisk yang memang sudah dirancang untuk dihapus dan ditulis berkali-kali. IC flash itu sebenarnya adalah IC EPROM (Eresable Programable Read Only Memory) yang merupakan pekembangan dari pendahulunya ROM (Read Only Memory) ROM ini merupakan penyimpan data yang sifatnya hanya bisa di baca dan tidak bisa dihapus/ ditulis ulang. EPROM sama juga seperti ROM akan tetapi data didalam IC (Integrated Circuit) ini memungkinkan untuk dihapus atau di tulis ulang dengan proses pemrograman khusus atau pada hanphone lebih kita kenal dengan istilah flashing.
  • Apa itu ROM
Read Only Memory (ROM) adalah suatu hardware berupa memori yang hanya dapat dibaca. Pada ROM, kita tidak dapat mengisi atau menulisi data sewaktu-waktu seperti pada RAM. walaupun keduanya sama-sama dapat diakses secara acak. memori jenis ini memang lebih lambat, tapi data pada ROM tidak akan hilang dan tidak berubah walau handphone dalam keadaan mati/off karena ROM dapat menyimpan data tanpa membutuhkan daya listrik. Adapun bentuk dari ROM modern ini sering ditemukan dalam bentu IC (integrated circuit). Fungsi daripada ROM adalah sebagai media penyimpanan firmware, yaitu software (perangkat lunak) yang berhubungan dengan hardware (perangkat keras).

  • ROM berbeda dengan RAM, Mengapa ?
Perbedaan diantara keduanya antara lain:
  1. ROM tidak dapat diisi atau ditulisi data sewaktu-waktu seperti RAM. Pengisian atau penulisan data, informasi, ataupun program pada ROM memerlukan proses khusus yang tidak semudah dan se-fleksibel cara penulisan pada RAM. Biasanya, data atau program yang tertulis pada ROM diisi oleh pabrik yang membuatnya. Umumnya ROM digunakan untuk menyimpan firmware, yaitu perangkat lunak yang berhubungan dengan perangkat keras. Contoh ROM semacam ini adalah Official ROM (yg biasa kita sebut STOCKROM). Stock ROM berisi program dasar sistem (OS) yang berfungsi untuk mengatur dan menyiapkan semua peralatan atau komponen yang ada atau yang terpasang pada handphone saat ‘dinyalakan/dihidupkan’.
  2. Informasi/data/program yang tertulis pada ROM (isi ROM) bersifat permanen dan tidak mudah hilang dan tidak mudah berubah walaupun handphone ‘dimatikan’ atau dalam keadaan mati (off). Sedangkan pada RAM, semua isinya (baik berupa data, program atau informasi) akan hilang dengan sendirinya jika handphone ‘dimatikan’ (dalam keadaan off).
  3. ROM dapat menyimpan data tanpa membutuhkan daya. Itulah sebabnya data dalam ROM tidak akan hilang walaupun handphone mati. Sedangkan RAM membutuhkan daya agar dapat menyimpan data, jika RAM tidak mendapatkan daya, dengan sendirinya tidak akan dapat menyimpan data. Hal inilah yang menyebabkan data yang terdapat dalam RAM secara otomatis akan hilang bila handphone mati (off).
  4. ROM modern sering ditemukan dalam bentuk IC (Integrated Circuit), sama seperti RAM yag wujudnya kebanyakan juga berupa IC. Teks atau kode yang tertulis pada kedua jenis IC ini berbeda. IC ROM biasanya memiliki kode tulisan (teks) 27xxx. Angka 27 menunjukkan kode untuk ROM, sedangkan xxx menjunjukkan kapasitas ROM dalan satuan kilo bit.

Saran :
Utak-atik (oprek) hp memang hak pribadi masing² dan ada kepuasan tersendiri di dalamnya. tapi ada baiknya terlebih dahulu kita kenali kemampuan handphone sebelum memaksakannya melakukan pekerjaan berat (seperti overclock), install custom rom atau hal lain yg mungkin membahayakan codina yg kita miliki.
Smartphone is for Smart User. Be Smart and Be a Master
Post a Comment